Jumat, 12 April 2013

MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN , SUMBER PENELITIAN, TEHNIK PENGEMBANGAN MASALAH PENELITIAN (STUDI PENDAHULUAN).

A.    PENDAHULUAN
Masalah-masalah kita sekarang ini bukan seluruhnya masalah yang baru dipermasalahkan,kemungkinan juga masalah-masalah lama yang sering muncul dipermukaan yang menambah keunikan dalam suatu hal. Oleh sebab itu pemakalah akan mencoba sedikit merumuskan atau mengungkapkan teknik atau langkah dalam penilitian dan pengembangan masalah penelitian.Berikut ini penjelasan yang akan kita sajikan tentang hal-hal tersebut .

B.     SUMBER MASALAH PENELITIAN

a.      Dari Mana Masalah Diperoleh
Seorang peneliti sebelum menentukan bagaimana penelitian bisa dilakukan, terlebih dahulu harus menentukan masalah apa saja yang bisa diteliti. Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain.
Masalah penelitian ini akan menentukan kwalitas penelitian yang akan dilakukan. Baik buruknya penelitian seseorang tergantung bagaimana seorang peneliti tersebut dapat mengidentifikasikan penelitian sebaik-baiknya. Menentukan masalah peneltian terkadang sulit, hal itu dikarenakan kurang faham akan permasalahan tersebut. Untuk menentukan permasalahan penelitian terlebih dahulu harus memahami sumber masalah. Sumber masalah tersebut bisa berasal dari manusia, program, dan fenomena di sekitar.

Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal dari suatu kegiatan penelitian. Bagi orang yang belum berpengalaman meneliti, menentukan atau memilih masalah bukanlah hal yang mudah. Masalah diperoleh adakalanya dari kebutuhan seseorang untuk dipecahkan. Seseorang ingin mengadakan penelitian ,karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut datang dari berbagai arah,diantaranya :
Ø  Seorang guru menjumpai siswanya selalu melihat keluar jika sedang diajar. Kalau tidak, anak tersebut selalu melihat kesana kemari, dalam keadaan tidak tenang. Diruang guru,terdengar keluhan yang sama dari guru lain. Anehnya anak tersebut selalu mendapat nilai yang baik dari pelajaran apapun. Timbul keinginan dari guru-guru untuk mengadakan penelitian kasus terhadap anak tersebut.
Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja apa saja. Masalah juga dapat diperoleh dari membaca buku atau diberi orang lain. Akan tetapi yang paling baik apabila datang dari dirinya sendiri karena didorong oleh kebutuhan memperoleh jawabannya. Dengan demikian maka penelitian akan berjalan sebaik-baiknya karena peneliti menghayati dan mendalami masalahnya.[1]

b.      Masalah dan judul Penelitian
Untuk bekerja baik permasalahannya harus menarik perhatian peneliti. Disamping menarik,peneliti harus memikirkan masalah-masalah lain.
Secara singkat dapat dikemukakan di sini bahwa faktor-faktor kondisi tersebut ada yang bersumber dari diri peneliti maupun dari luar. Apabila disarikan ada empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian,yaitu: harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor pendukung dan harus bermanfaat.

1.      Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
Apabila permasalahan atau judulnya tidak sesuai dengan minat, maka peneliti tidak akan bergairah untuk melaksanakannya,dan hasilnya tidak akan baik, selain minat secara etis dipersyaratkan bahwa masalah yang diteliti harus sesuai dengan bidang keahliannya agar hasil yang dicapai akan lebih baik.
2.      Penelitian harus dapat dilaksanakan
Ada empat hal sebagai pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan atau tidak, ditinjau dari diri peneliti, yaitu berikut ini :
a.       Peneliti punya kemampuan untuk meneliti masalah itu,artinya menguasai teori yang melatarbelakangi masalahdan menguasai metode untuk memecahkannya.
b.      Peneliti mempunyai waktu yang cukup
c.       Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakan.
d.      Peneliti mempunyai dana secukupnya.
3.      Tersedia faktor pendukung yaitu:
a.       Tersedia data
b.      Ada izin dari yang berwenang.
4.      Hasil penelitian bermanfaat
Kita meneliti bukan karena agar lebih mahir meneliti, tetapi karena ingin menyumbangkan hasilnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja atau mengembangkan sesuatu.[2]
C.     TEHNIK PENGEMBANGAN MASALAH PENELITIAN(STUDI PENDAHULUAN)
Seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 objek. Yang dimaksud dengan objek disini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti, atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikumpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan-tulisan dalam kertas (paper), manusia (person) atau tempat (place). Untuk lebih mudahnya mengingat,disingkat dengan tiga P.
1.      Paper, dokumen, buku-buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya(findings).
2.      Person:  bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
3.      Place; tempat, lokasi atau benda-benda yang terdapat ditempat penelitian.
Secara ringkas manfaat studi pendahuluan ini adalah :
1.      Memperjelas masalah
2.      Menjajagi kemungkinan dilanjutkannya penelitian.
3.      Mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagaimana dari permasalahan yang belum terpecahkan.[3]
Memperjelas keterangan yang tersebut diatas, supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian harus berdasarkan beberapa parameter yaitu : (1) Menarik, (2) Bermanfaat, (3) Hal Yang Baru, (4) Dapat Diuji (Diukur), (5) Dapat   Dilaksanakan, (6)Merupakan Masalah Yang Penting, (7)Tidak Melanggar Etika.
Berdasarkan topik atau masalah penelitian yang telah ditemukan maka dapat dilakukan tahapan-tahapan penelitian berikutnya. STUDI PENDAHULUAN DAN MERUMUSKAN MASALAH A. Studi Pendahuluan Setelah calon peneliti memilih dan menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah melakukan studi pendahuluan yang bertujuan untuk mendalami permasalahan sehingga calon peneliti benar-benar dapat mempersiapkan perencanaan selanjutnya. Studi pendahuluan ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Agar peneliti tidak mengulang hasil penelitian orang lain.
2. Mengetahui dengan pasti apa yang diteliti.
3. Mengetahui di mana atau kepada siapa data atau informasi dapat diperoleh.
4. Memahami bagaimana teknik atau cara memperoleh data atau informasinya.
5. Dapat menentukan metode yang tepat untuk menganalisis data atau informasi tersebut.
6. Memahami bagaimana harus mengambil kesimpulan dan cara memanfaatkan hasilnya.
7. Studi pendahuluan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Studi kepustakaan, yaitu membaca artikel, paper, buku-buku teori yang terkait, hasil penelitian sebelumnya, dan sebagainya.
b) Bertanya, berkonsultasi dengan seseorang yang dianggap ahli atau narasumber.
c) Kunjungan ke lokasi atau ke daerah di mana masalah penelitian itu bersumber




D.    MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN
Salah satu etika dalam melakukan penelitian adalah jujur, mengakui, atas  kelemahan penelitian yang dilakukan atau hasil penelitian yang didapatkan. Banyak hal penting yang harus ditentukan pada awal seseorang atau kelompok orang akan melakukan penelitian. Salah satunya adalah menentukan rumusan masalah. Perumusan masalah merupaka “organ” penting sebuah penelitian. Dengan perumusan masalah, penelitian menjadi terfokus dan terarah, termasuk dalam menentukan jenis-jenis data yang dibutuhkan sesuai penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian, penting untuk menentukan permasalahan pokok. Ketika sudah ditentukan permasalahan pokok, maka dapat dirincikan klasifikasi-klasifikasi permasalahannya .
1.      Merumuskan dan Memilih Masalah Penelitian
Masalah penelitian berbeda dengan masalah-masalah lainnya. Tidak semua masalah kehidupan dapat menjadi masalah penelitian. Masalah penelitian terjadi jika ada kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan kenyataan yang ada, antara apa yang diperlukan dengan yang tersedia antara harapan dan kenyataan.
A.    Kriteria Masalah Penelitian
 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih masalah penelitian:
1. Memiliki nilai penelitian Masalah yang akan dipecahkan akan berguna atau bermanfaat yang positif.
2. Memiliki fisibilitas Fisibilitas artinya masalah tersebut dapat dipecahkan atau dijawab. Faktor yang perlu diperhatikan, antara lain:
a) Adanya data dan metode untuk memecahkan masalah tersebut,
b) Batas-batas masalah yang jelas,
c) Adanya alat atau instrumen untuk memecahkannya,
d) Adanya biaya yang diperlukan, dan
e) Tidak bertentangan dengan hukum.
f) Sesuai dengan kualitas peneliti Sesuai dengan kualitas peneliti artinya tingkat kesulitan masalah disesuaikan dengan tingkat kemampuan peneliti.
B. Rumusan Masalah Penelitian yang Baik
     Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:
1. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti masalah tersebut.
2. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat.
3. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
4. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
5. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
6. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat, ideologi, dan kepercayaan agama.

. 2.  Merumuskan Masalah Setelah pengidentifikasian, pemilihan masalah, dan melakukan studi pendahuluan serta sudah yakin terhadap masalah yang dipilih, kemudian dilakukan perumusan masalah penelitian. Hasil perumusan masalah itu dapat dijadikan topik atau judul penelitian.
Perumusan masalah penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
1. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Rumusan masalah harus jelas, padat, dan dapat dipahami oleh orang lain.
3. Rumusan masalah harus mengandung unsure data yang mendukung pemecahan masalah penelitian.
4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat kesimpulan sementara (hipotesis).
5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.[4]


Contoh Halaman sampul :
1.      Judul Penelitian
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
2.      Kepala proyek penelitian
a.      Nama lengkap : ……………………………………………………………..
b.      Pangkat dan jabatan : ……………………………………………………...
c.       Pengalaman dalam bidang penelitian :……………………………………
d.      Sedang mengadakan penelitian :……………………………………………
Judul : ………………………………………………………………………..
e.       Tempat penelitian (Alamat) : ………………………………………………
e.1. Laboratorium/seksi                 : ………………………………………...
e.2. Bagian/Jurusan/Departemen : …………………………………………
e.3. Fakultas                                    : ………………………………………...
3.  Jangka waktu penelitian : ……………………………………………………….
Mulai                                 : ………………………………………………………
4.  Biaya yang diperlukan    : ………………………………………………………
5.  Jika biaya juga didapat
dari sumber badan lain,
sebutkan nama sumber
badan lain itu dan
jumlahnya                        : ……………………………………………………..
………………, 08-03-2013
Kepala Proyek Penelitian
(………………………….)
Mengetahuai           :
Dekan Fakultas      :
Universitas/Institut :
Mengetahui :
Pemimpin Universitas/Institut : ………………………………………..
Nama lengkap                            : ………………………………………..
Pangkat dan jabatan                 : ………………………………………..
Tanda Tangan                           : ………………………………………..
Halaman-halaman berikutnya :
A.    Judul penelitian                           : ……………………………………………….
B.     Ruang lingkup/bidang ilmu
pengetahuan                                : ……………………………………………….
C.    Latar belakang                            : ……………………………………………….
1.      Alasan ilmiah pengambilan judul : ………………………………………...
2.      Penggunaan hasil penelitian          : …………………………………………
D.    Pembahasan studi kepustakaan : ……………………………………………….
E.     Tujuan penelitian                         : ……………………………………………….
Hipotesis penelitian                      : ……………………………………………….
F.     Metodologi :
1.      Metodologi penentuan wilayah penelitian : ………………………………..
2.      Metode pengumpulan data                         : ………………………………...
3.      Metode analisis data                                   : …………………………………
G.    Jadwal waktu pelaksanaan         : ……………………………………………….
(kolom sebagai berikut)
No.
Jenis kegiatan
Waktu
Uraian kegiatan











H.    Personalia dan Organisasi        :
Di bagian ini disebutkan nama semua anggota proyek, mulai dari kepala proyek.
1.      Kepala proyek :
1.1  Nama Lengkap              : …………………………………………………
1.2  Pangkat dan jabatan     : …………………………………………………
1.3  Tempat penelitian          : …………………………………………………
1.4  Tugas/hubungan kerja  : …………………………………………………
1.5  Waktu yang disediakan : ………………………………………………...
2.      ----sama dengan atas--------
3.      ---sama dengan atas---------
Dan seterusnya.
I.       Biaya Penelitian :
1.      Upah                                   : ………………………………………………….
2.      Alat-alat                              : …………………………………………………
3.      Instrument/alat tes             : …………………………………………………
4.      Bahan                                  : …………………………………………………
5.      Perjalanan                           : …………………………………………………
6.      Proses/reproduksi laporan : …………………………………………………

Bagian rancangan penelitian perlu dilengkapi denga penjelasan,supaya permasalahan yang dirumuskan dapat dipahami oleh orang lain.Dalam memberikan penjelasan ini calon peneliti berpikir seolah-olah tugas penelitiannya dapat diteruskan oleh orang lain, sehingga segala sesuatunya harus dituliskan secara lengkap.
Adapun penjelasannya tentang permasalahan yang akan diteliti ini meliputi :
1.                   Penegasan judul
2.                   Alasan pemilihan judul
3.                   Problematik
4.                   Tujuan penelitian’
5.                   Kegunaan hasil penelitian

Penjelasan seperti ini, selain dicantumkan dalam rancangan penelitian juga dituliskan pada permulaan laporan penelitian, yaitu pada bab pendahuluan.
1.      Penegasan judul
Sehubungan dengan kurang lengkapnya rumusan judul penelitian, maka mahasiswa melengkapinya dengan penegasan judul. Dengan demikian menjadi jelas apa yang akan diteliti.
Contoh :
Judul : persepsi ibu-ibu petani terhadap pendidikan.
judul ini masih sangat singkat. Disamping perlu ada penegasan arti kata-kata yang terdapat dalam judul, yaitu persepsi, perlu pula dibatasi pengertiannya, apa yang dimaksud dengan ‘‘ibu-ibu petani.” Apakah yang dimaksud ibu-ibu yang pekerjaannya ke sawah dan lain-lain.dan masih perlu dijelaskan batasannya.
2.      Alasan pemilihan judul
Alasan yang dapat dikemukakan antara lain :
a.      Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membawa pelaksanaan kerja yang lebih efektif misalnya, atau akan dicari pemecahannya karena berbahaya apabila tidak.
b.      Menarik minat peneliti
c.       Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.
Dalam mengajukan alasan ini perlu ditambahkan kata :”sepanjang pengetahuan peneliti”, karena peneliti menyadari bahwa barangkali sudah ada penelitian serupa yang dikerjakan oleh orang lain tetapi laporannya tidak terbaca oleh peneliti.
3.      Problematik
Problematik penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian. Langkahnya disebut perumusan masalah atau perumusan problematic. Didalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian.
Seperti contoh judul penelitian :
“Studi Komparasi Antara Pelaksanaan Praktikum di SMP Negeri I dan SMP Negeri II di Kalimantan Tengah Tahun 1994.”
Setelah peneliti memberikan batasan permasalahan, maka ia menjadi jelas apa yang dipermasalahkan. Inilah yang menjadi poin-poin fokus perhatiannya.
Jika pembatasannya meliputi :
-          Kelas berapa
-          Kelengkapan sarana
-          Bagaimana pengelompokkannya
-          Bagaimana prosedurnya
-          Di mana dilaksanakan
-          Siapa laborannya.
Maka problematik penelitiannya menjadi sebagai berikut :
a.      Dikelas berapakah praktikum mulai dilaksanakan?
b.      Bagaimanakah kelengkapan sarananya.
c.       Bagaimanakah sistem pengelompokkan yang dianut dan berapakah banyaknya anggota untuk tiap kelompok?
d.      Bagaimana langkah-langkah atau prosedur praktikum ?
e.       Di mana praktikum dilaksanakan
f.       Siapa laboran praktikum (bagaimana menentukan laboran)?
-------dan sebagainya-------

4.      Tujuan penelitian
Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunjukan adanya sesuatu hal yang dierbolehkan setelah enelitian selesai.
Contoh :
-Prolematik
Di kelas berapakah praktikum dilaksanakan di SMP Negeri I dan SMP Negeri  II?
-Tujuan
Ingin mengetahui dikelas berapakah perktikum dimulai di SMP Negeri I dan SMP Negeri II?
5.      Kegunaan hasil penelitian
Apabila peneliti telah selesai mengadakan penelitian dan memperoleh hasil, ia diharapkan dapat menyumbangkan hasil itu kevada negara, atau khususnya kepada bidang yang sedang diteliti.
Pembicaraan tentang kegunaan hasil penelitian ini menjadi penting setelah beberapa peneliti tidak dapat mengadakan sebenarnya hasil apa yang diharapkan, dan sejauh mana sumbangannya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. [5]  
  Kesimpulan:
Apabila disarikan ada empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian,yaitu:
1.      Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
2.      Penelitian harus dapat dilaksanakan
Ada empat hal sebagai pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan atau tidak, ditinjau dari diri peneliti, yaitu berikut ini :
a.       Peneliti punya kemampuan untuk meneliti masalah itu,artinya menguasai teori yang melatarbelakangi masalahdan menguasai metode untuk memecahkannya.
b.      Peneliti mempunyai waktu yang cukup
c.       Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakan.
d.      Peneliti mempunyai dana secukupnya.
3.      Tersedia faktor pendukung yaitu:
a.       Tersedia data
b.      Ada izin dari yang berwenang.
4.      Hasil penelitian bermanfaat.

Adapun ditinjau dari studi pendahuluan Secara ringkas manfaat  dari studi pendahuluan ini adalah :
1.      Memperjelas masalah
2.      Menjajagi kemungkinan dilanjutkannya penelitian.
3.      Mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagaimana dari permasalahan yang belum terpecahkan.

Perumusan masalah penelitian harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
1. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Rumusan masalah harus jelas, padat, dan dapat dipahami oleh orang lain.
3. Rumusan masalah harus mengandung unsure data yang mendukung pemecahan masalah penelitian.
4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat kesimpulan sementara (hipotesis).
            5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.
· Rumusan masalah penelitian yang baik, antara lain:
1. Bersifat orisinil, belum ada atau belum banyak orang lain yang meneliti masalah tersebut.
2. Dapat berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan terhadap masyarakat.
3. Dapat diperoleh dengan cara-cara ilmiah.
4. Jelas dan padat, jangan ada penafsiran yang lain terhadap masalah tersebut.
5. Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
6. Bersifat etis, artinya tidak bertentangan atau menyinggung adat istiadat, ideologi, dan kepercayaan agama.

Penutup :
Demikianlah Makalah yang singkat ini, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Penulis mengakui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu sangat diharakan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca yang budiman.

Daftar pustaka
Arikunto Suharsimi, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik,cet.14 PT. RINEKA CIPTA,Jakarta  2010




[1] Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik,Hal : 69 ,cet.14 PT. RINEKA CIPTA,Jakarta  2010
[2] Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik,Hal : 70-71.
[3] Ibid,Hal : 85-86
[4] http://www.slideshare.net/aguslideshare/merumuskan-dan-memilih-masalah-penelitian#
[5] Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik,Hal : 90-99

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar