Minggu, 17 Maret 2013

Linking Verbs



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Linking Verbs
Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subject dengan informasi atau deskripsi tentang subject tersebut (subject complement). Adapun subject complement dapat berupa noun, adjective, atau adverb.
Berbeda dengan main verb yang dapat menunjukkan aksi/tindakan, kata ini hanya sebagai penghubung. Dengan demikian kata kerja ini selalu intransitive karena tidak ada direct object yang menerima aksi.
Linking verbs terdiri dari: verb of sensation (feel, look, smell, sound, taste) dan verb of being (act, appear, be, become, continue, grow, prove, remain, seem,  turn)
Jadi Linking Verb adalah beberapa kata kerja dalam bahasa Inggris yang berfungsi sebagaimana be verb atau to be dalam kalimat nominal, yaitu menghubungkan Subject dan Complement (pelengkap) yang menerangkannya, bisa noun complement atau adjective complement. Linking verbs juga dikenal dengan istilah copulas atau copular verbs.

B.     Linking Verbs terdiri dari :
·            Berkaitan dengan panca indra (look, sound, smell, feel, taste)
·            Berkaitan dengan keadaan (appear, seem, become, grow, turn, prove, remain, keep, stay, go, run).
                           

Contoh penggunaan Linking Verbs dalam kalimat :
               
Ø  I feel good.
Ø  He keeps quite.
Ø  This room smells bad.
Ø  This food tastes delicious.
Ø  She looks very beautiful.
Ø  The music sounds slow.
Ø  A victory today seems unlikely.
Ø  They remain in the classroom.
Ø  His face turned purple.
Ø  She became older.
Ø  The dogs ran wild.
Ø  The milk has gone sour.
Ø  The crowd grew ugly.

Linking Verbs selalu intransitive (tetapi tidak semua intransitive verbs adalah Linking Verbs).
To be juga disebut linking verbs, seperti pada contoh berikut ini:
Ø  The crew’s mission is to create the best topographic map of Earth.
Ø  The solution was judges who would mete out longer prison sentences.
Ø  Leonardo said, “I am the king of the world.”
Tetapi to be juga tidak selalu berperan sebagai Linking Verbs, contoh:
ü  Nyoko was crossing a bridge when the earthquake hit.
ü  Margaret Ann was feeling tired.

C.    Copula atau Copular Verbs
Copula atau dikenal juga dengan Copular Verbs yaitu kata kerja yang menghubungkan antara Subjek dengan Komplemen. Copula Verbs lebih umum disebut dengan “Linking Verbs“. Linking Verbs tidak menggambarkan sebuah aksi atau tindakan. Untuk lebih jelasnya, silahkan ikuti penjelasan di bawah ini.
RUMUS:
Subject + linking verb + Kata Sifat
Contoh:
·         That food smells nice.
(Makanan ini aromanya enak)
·         You look beautiful.
(Kamu kelihatan cantik)
·         It sounds interesting.
(Kedengarannya menarik)
Beberapa kata kerja selalu berfungsi menjadi Linking Verbs karena tidak menggambarkan suatu aksi atau tindakan. Sedangkan kata kerja lainnya dapat menjadi linking verbs, dan dapat juga tidak (Kata Kerja Aksi-Action Verbs), tergantung dari kalimatnya.
Ciri-ciri dari Linking Verbs adalah apabila kata kerja itu digantikan dengan “to be” maka makna kalimat itu tidak berubah.
Contoh:
·         That food smells nice. = The food is nice.
·         You look beautiful. = You are beautiful.
·         It sounds interesting. = It is interesting
Namun, apabila kata kerja tersebut digantikan dengan “to be” arti atau maknanya berubah, maka kata kerja itu bukan Linking Verbs tetapi kata kerja biasa.
Contoh:
·         She looks beautiful. –> Linking Verbs
·         She looked at me. –> Kata Kerja biasa
Kata Kerja Yang Selalu Menjadi Linking Verbs:
·         Be
·         Become
·         Seem
Kata Kerja Yang Dapat Menjadi Linking Verbs atau Menjadi Kata Kerja Aksi (Kata Kerja biasa)
·         Look
·         Smell
·         appear
·         prove
·         sound
·         feel
·         remain
·         taste
·         grow
Contoh:
·         The cake smells good. –> Linking Verbs
·         My little son smells his food. –> Kata Kerja biasa
·         The cake tastes delicious. –> Linking Verbs
·         He tasted the cake before eating it.  –> Kata Kerja biasa

D.    Action Verb & Linking Verbs

Kebanyakan verb of sensation maupun verb of being (kecuali be) dapat pula sebagai action verb dan transitive seperti: appear, feel, grow, look, prove, remain, smell, sound, taste, & turn, namun become dan seem benar-benar hanya dapat berfungsi sebagai linking verb.
Be tidak bisa menjadi action karena “ising, areing, being” bukan sesuatu yang dapat dikerjakan.
Kebanyakan kata kerja pada suatu kalimat, tidak termasuk appear, dapat dideteksi sebagai action atau bukan dengan cara mensubstitusikan be pada kata kerja tersebut. Jika tampak logis, maka kata kerja tersebut berfungsi sebagai linking verb.

Contoh Action & Linking Verb:

The noodle tasted delicious.
Substitusi “was”: The noodle was delicious. (kalimat logis –> taste merupakan linking verb)
July tasted the Kung Pao chicken.
Substitusi “was”: July was the Kung Pao chicken. (kalimat tidak logis –> taste merupakan action & transitive)





Contoh kalimat linking verbs pada verb of sensation maupun being adalah sebagai berikut.
Linking Verbs
Contoh Kalimat
Verbs of Sensation
feel, look, smell, sound, taste
The old man felt lonely.
The coat looked nice.
Her socks smell bad.
The host’s voice sounded terrible because of cold.
After working for five hours, a plate of fried rice will taste yummy.
Verb of Being
be:
is, am, are, was, were, be
Mr. Mamat is a headmaster.
I am from Bandar Lampung.
The children were naughty.
I wish you be mature and responsible.
act, appear, become, continue, grow, prove, remain, seem, sit, stand, turn
The baby sitter was fired because she acted careless.
The newlywed couple appears happy.
He became unfamous because of his behavior.
The woman will grow old with her lovely husband.
The story proved unreal.
Your holiday plan seems interesting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar